Senin, 23 Maret 2009

Cara Memandikan Bayi

Menyiapkan mandi bayi Anda yang baru lahir bukan hal mudah. Terutama bagi para ibu muda yang baru pertama kali melahirkan. Selain dibutuhkan ekstra hati-hati, persiapan alat mandi juga harus diperhatikan.

Salah satu spesialis anak RSU dr Soetomo Surabaya, dr Agus Harianto SpAK mengatakan, memandikan bayi gampang-gampang susah. "Meski terkadang tak berjalan lancar, namun memandikan bayi itu sungguh menyenangkan bila dibarengi dengan penuh kasih sayang," kata Agus kepada detiksurabaya.com, Selasa (17/3/2009).

Agus menjelaskan, langkah pertama yang harus dilakukan yakni mengetahui suhu air. Ada baiknya suhu air yang digunakan di bawah 40 derajat celcius atau hangat-hangat kuku. "Lebih baik ditest dengan lengan. Bila nyaman itu berarti air tersebut nyaman bagi bayi Anda," tambahnya.

Dia mengingatkan agar terlebih dulu menyiapkan sabun lembut, popok bersih, handuk dan kain pembilas berdekatan dengan bak mandi. Jika salah satu peralatan tertinggal, sebaiknya Anda mengambil peralatan tersebut dengan membawa bayi Anda. "Jangan pernah meninggalkan bayi di dalam bak mandi. Ini sangat membahayakan," tambahnya.

Selain itu saat memandikan bayi, sebaiknya tidak mengangkat telepon atau bel pintu yang sedang berdering. "Abaikan dan teruslah memandikan bayi Anda hingga selesai. Bila perlu sampaikan ke teman dan tetangga jika memandikan bayi, Anda tidak ingin diganggu," tegasnya.
Setelah itu gunakan kain lembut yang sudah basah membasuh tubuh bayi dengan pelan. Bilas kepala, belakang telinga, leher, jari tangan dan kaki. Namun bila bayi baru lahir, Anda cukup membasuh wajah, leher dan area bagian tubuh yang dikelilingi popok.

"Gunakan lap pembasuh bayi yang bersih, tanpa sabun, untuk membasuh wajahnya. Basuhlah bagian luar dan dalam di tiap-tiap kupingya dan bilas dan keringkan lehernya," tambahnya.

Namun, jelas dia, jangan pernah menggunakan sabun busa atau detergen, sebab bisa menyebabkan ruam dan kulit mengelupas. Basuhlah rambut bayi anda dan bilas dengan penuh kelembutan. Kerjakan hal ini hanya sekali atau dua kali seminggu saja

Minggu, 22 Maret 2009

waspadai ketulian pada bayi

Jangan anggap masalah pendengaran hanya milik orang dewasa. Bayi yang baru dilahirkan pun bisa mengalaminya. Gangguan pendengaran pada bayi adalah kelainan yang diderita sejak dalam kandungan. Penyebabnya beragam mulai dari faktor genetika, kebiasaan orang tua, sanitasi orang tua dan proses persalinan.

"Kemungkinan gangguan pendengaran saat persalinan juga bisa saja terjadi," kata Kepala Divisi Otologi Departemen Ilmu Kesehatan THT/KL RSU dr Soetomo Surabaya, Prof dr Sri Harmadji SpTHT-KL (K) kepada wartawan saat konfrensi pers Peringatan Hari Kesehatan Pendengaran Nasional di RSU dr Soetomo, Jalan Prof dr Moestopo, Selasa (3/3/2009).

Penyebab lain gangguan pendengaran pada bayi, kata dia, yakni bayi dilahirkan dalam keadaan kuning. Atau saat mengandung, ibu terkena penyakit herpes.

Sri menjelaskan, ciri-ciri bayi mengalami gangguan pendengaran yang paling gampang diketahui yakni tidak segera menangis setelah dilahirkan. Selain itu respon yang diterima oleh bayi sangat lambat.

Guru Besar Falkutas Kedokteran Unair ini menyarankan ke seluruh masyarakat yang akan melahirkan untuk mendeteksi kelainan pendengaran pada anaknya. Idealnya umur 0-3 bulan. Dengan deteksi dini maka kelainan tersebut bisa diobati.

Hal ini dikatakan lantaran masih banyak keluarga yang mengira bayi yang memiliki ciri di atas dalam keadaan normal. Perkiraan ini sering dikatakan dengan "sawanen".

"Padahal itu adalah salah satu ciri dari kelainan pendengaran. Kami harap keluarga segera memeriksakan bayinya," tambahnya.(stv/fat)

Rabu, 18 Maret 2009

50 Tips for a Healthy Pregnancy

Trying for a baby? Being healthy before, during and after pregnancy involves so many different aspects of your life. So, I've compiled a quick list to help you stay on the healthy side.
  1. See your practitioner before becoming pregnant.
  2. Start changing your food habits to include a healthy variety of foods.
  3. Exercise! Starting now will help you stay in shape during pregnancy, can lower your risk of miscarriage, and has been proven to help reduce labor complications and length.
  4. Educate yourself!
  5. Eat a new vegetable you've never tried.
  6. Check out a book on pregnancy.
  7. Figure out what to do about chemical birth control, like the birth control pill.
  8. Stop smoking. There are many programs to help you.
  9. Take a prenatal vitamin. They can be prescribed by your practitioner or you can buy them over the counter. Ensure it contains 0.4 mg of folic acid.
  10. Ask your partner to join you on your new healthy habit changes.
  11. Track your cycles. Learning what you can about your cycles will help determine when you ovulate and when you conceived. These make for more accurate due dates.
  12. If you need a new practitioner, interview before you become pregnant.
  13. Ask your friends about pregnancy and parenthood.
  14. Avoid chemicals that could possibly harm your baby. You can find these at work, in your home, and just about anywhere, be environmentally sensitive.
  15. See your dentist before you get pregnant and brush your teeth daily.
  16. Tell any medical professional that you may be pregnant if you are trying to get pregnant. This can prevent exposure to harmful tests and chemicals if you are pregnant and don't know it yet.
  17. Stop changing cat litter.
  18. Remember, it can take up to a year to become pregnant. If you have been actively trying for a year or more than six months if you are over 35, see your practitioner.
  19. Act pregnant. This includes not drinking alcohol, even while trying to conceive. There is no known safe level during pregnancy and alcohol can cause birth defects.
  20. Announce your pregnancy when you are ready.
  21. Talk to your parents, what do you want to take from their experiences? How do you want to be different?
  22. Rest when you can. Nap!
  23. Start a journal.
  24. Use non-medicinal remedies for problems like nausea, heartburn, and constipation.
  25. Drink six - eight eight ounce glasses of water a day.
  26. Read yet another book!
  27. Join a prenatal yoga or exercise class.
  28. Keep your prenatal appointments with your midwife or doctor. This will help ensure that if you have any problems that they are caught early and kept to a minimum.
  29. Take an early pregnancy class.
  30. Remember to add 300 - 500 calories a day while pregnant.
  31. Tour your selection of birth facilities before making a choice if you are not having a home birth.
  32. Review the signs of premature labor and warnings signs for when to call your practitioner.
  33. Talk to local doulas and start interviewing. Doulas can help you have a shorter, safer and more satisfying birth.
  34. Keep a food diary to ensure that you are keeping up with your daily requirements.
  35. If you are decorating your house or a nursery remember to avoid fumes often associated with paint and wall paper. Perhaps have friends do the heavy work while you help make snacks for them. Keep the windows open!
  36. Baby sit a friend's baby and learn a bit about caring for a newborn.
  37. Take a childbirth class. Sign up early to ensure you get the class and dates that you want.
  38. Swimming is great in late pregnancy. It can help relieve a lot of aches and pains and makes you feel weightless.
  39. Take a breastfeeding class to help prepare you for the realities of breastfeeding.
  40. Stretch before bed to help prevent leg cramps.
  41. Continue to exercise, even if you have to slow down. This will help you recover more quickly.
  42. Write a birth plan. Something to help you clarify what you want or need for your birth experience. Share this with your practitioners and those you have invited to your birth.
  43. Have film and cameras ready!
  44. Practice relaxation whenever you can. Try for at least once a day.
  45. Do pelvic tilts to help with late pregnancy back pain. It will help relieve your pain and even encourage the baby to assume a good birth position.
  46. Pack your bags if you are going to a birth center or hospital. Don't forget your insurance cards, pre-registration forms, camera, birth plan, etc.
  47. Review the signs of labor and warning signs.
  48. Take a picture of yourself before the baby comes!
  49. Read birth stories.
  50. Kiss the baby!

source: http://pregnancy.about.com

Penyakit kehamilan

Penyakit kehamilan harus segera diatasi agar bayi dalam kandungan dan ibu yang mengandung senantiasa dalam keadaan sehat.

Ini penting karena saat kehamilan, proses persalinan, dan masa kelahiran merupakan fase rawan bagi si ibu dan bayi.

Sering berkonsultasi dengan petugas kesehatan, bidan dan dokter kandungan, akan membantu dalam mewujudkan kesehatan yang mantap.

Berikut macam-macam gangguan yang sering dialami oleh ibu-ibu hamil:

  1. Mual dan muntah
    Mual dan muntah biasanya mengalami kenaikan intensitas pada pagi hari, selama bulan kedua atau ketiga masa kehamilan. Perasaan mual ini dapat dikurangi dengan makan makanan kering, seperti biskuit atau roti bakar, sebelum Anda bangkit dari tempat tidur pada pagi hari.
    Jangan makan dalam porsi banyak sekaligus, sebaiknya makan dalam takaran sedikit-sedikit namun beberapa kali dalam sehari. Saat mual dan muntah mencapai puncaknya, minumlah antihistamin sebelum Anda pergi tidur dan ketika Anda bangun pada pagi hari. Hindari makanan yang berlemak.
  2. Rasa terbakar atau sakit
    Rasa sakit ini sering terjadi pada ulu hati atau di daerah sekitar dada (indigesti asam dan perasaan pada dada/heartburn). Untuk mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan, makanlah setiap kali dalam ukuran kecil. Jika mungkin, minumlah susu. Hindari penggunaan anticid. Menghisap permen pedas mungkin membantu mengurangi tanda ini. Usahakan tidur dengan kepala dan dada ditinggikan dengan bantal atau tumpukan selimut.
  3. Kaki yang bengkak
    Ibu hamil yang mengalami bengkak kaki, dianjurkan untuk beristirahat pada siang hari dengan posisi kedua kaki diletakkan pada posisi lebih tinggi. Kurangi mengonsumsi makanan yang bergaram atau menghindari makanan yang asin-asin. Teh yang terbuat dari rambut jagung dapat membantu mengurangi bengkak kaki. Jika kedua belah kaki sangat bengkak,dan kedua belah tangan serta wajah juga membengkak, mintalah bantuan dokter.
    Pembengkakan kaki biasanya terjadi akibat tekanan bayi dalam rahim selama bulan-bulan terakhir. Keadaan ini terjadi paling berat pada wanita yang mengalami anemia, kurang gizi, atau yang makan garam terlalu banyak. Oleh karena itu makanlah makanan yang bergizi dengan sedikit atau tanpa garam.
  4. Sakit pada punggung bagian bawah
    Keluhan ini sering dijumpai pada kehamilan. Gerak badan, berdiri, lalu kembali duduk dengan punggung lurus dapat membantu mengurangi rasa sakit ini.
  5. Kekurangan darah dan kurang gizi
    Banyak wanita di pedesaan menderita kekurangan darah bahkan sebelum mereka hamil; dan jika tidak segera ditangani, anemia yang diderita akan semakin berat. Agar bayinya sehat, seorang wanita hamil memerlukan makanan yang kaya akan protein dan zat besi. Apabila ibu tampak sangat pucat dan lemah atau memperlihatkan tanda-tanda kurang darah atau kurang gizi, ia harus mendapatkan lebih banyak protein.
    Makanan berprotein dapat diperoleh dari buncis , kacang tanah, daging ayam, susu, telur, ikan, daging sapi, keju, dan sayur-sayuran yang berwarna hijau gelap. Si ibu diwajibkan minum pil zat besi, terutama jika sukar memperoleh cukup makanan yang bergizi. Dengan cara ini, ia akan memprkuat darahnya agar dapat bertahan terhadap pendarahan yang berbahaya setelah melahirkan (persalinan). Jika memungkinkan, makanlah pil-pil zat besi yang berisi asam folat dan vitamin C.
  6. Pembuluh darah balik (vena) yang mengandung(varices)
    Tanda ini sering dijumpai pada kehamilan, karena berat bayi menekan pembuluh balikv(vena) yang datang dari tumgkai. Untuk mengatasinya, angkatlah kedua belah kaki sesering dan setinggi mungkin. Jika pembuluh darah balik tersebut sangat menggembung atau sakit, balutlah kedua tungkai dengan pembalut yang lentur/elastis. Lepaskan pembalut tersebut pada malam harinya.
  7. Wasir(Ambien hemorrhoid)
    Wasir atau ambien merupakan pembengkakan pembuluh darah balik(varices) pada dubur. Penyakit ini disebabkan oleh berat badan bayi dalam rahim. Untuk menghilangkan rasa sakitnya, menungginglah.
  8. Sembelit (konstipasi)
    Minumlah banyak air. Makanlah buah-buahan dan makanan berserat, seperti singkong atau jagung. Jangan mempergunakan obat pencuci perut (urus-urus) yang kuat. Selain mengonsumsi makanan yang bergizi, sangat dianjurkan untuk melakukan gerak badan dan aktivitas luar rumah.

sumber: http://www.anneahira.com/pencegahan-penyakit/penyakit-kehamilan.htm

Sarapan Penentu Jenis Kelamin

Sarapan pagi menurut riset baru-baru ini ternyata turut menentukan jenis kelamin anak Anda. Yuk, sarapan pagi yang bernutrisi!

Jika Anda ingin mendapatkan anak laki-laki, tingkatkan pola makan Anda. Penelitian menunjukkan ibu yang memiliki pola makan yang baik, konsumsi kalori dan nutrisi yang tinggi, cenderung akan melahirkan anak laki-laki.

Trik anak laki-laki. Penelitian terbaru menunjukkan, perempuan yang sering menyantap serealia (biji-bijian) untuk sarapan pagi cenderung mendapatkan anak dengan jenis kelamin laki-laki. Dan bagi mereka yang seringkali melewatkan sarapan pagi, cenderung memiliki anak dengan jenis kelamin perempuan.

Penelitian itu menunjukkan mereka yang sarapan serealia setiap hari, 59 persen melahirkan anak laki-laki. Sementara kelompok yang tidak pernah atau jarang sarapan serealia, hanya 43 persen yang melahirkan anak laki-laki.

Asupan kalori dan potasium juga ikut mempengaruhi! Jika Anda ingin memiliki anak laki-laki, perbanyaklah asupan kalori Anda selama masa konsepsi dan awal-awal kehamilan. Fiona Mathews, PhD, yang meneliti hal ini mengatakan, “Para ibu, yang memiliki anak laki-laki, mengonsumsi potasium 300 mg dan kalori sekitar 180 mg lebih banyak per harinya daripada para ibu yang memiliki anak perempuan. Itu setara dengan sebuah pisang besar.”

Berkah anak perempuan. Buat Anda memimpikan punya bayi perempuan, saran jitunya tentu bukan dengan menghindari sarapan pagi! Anda tetap harus makan teratur dan tak mengabaikan sarapan pagi. Sebab, pola makan yang baik, khususnya sarapan pagi sangat penting untuk tumbuh-kembang si janin. Tingkatkan asupan asam folat, yang penting selama masa konsepsi dan awal kehamilan untuk mencegah cacat lahir. Sumbernya, antara lain serealia, ragi (misalnya, roti), juga sayuran berwarna hijau.

Namun demikian, punya anak laki-laki atau perempuan sebenarnya sama saja. Yang penting si buah hati lahir dengan normal dan sehat. Benar begitu kan Bunda ....

Angela Wika Citra Kusuma, redaksi Ayahbunda-Online.
sumber: http://www.ayahbunda.co.id/

Kamis, 12 Maret 2009

Pre-eclampsia

When is swelling a sign of something serious?

During pregnancy, swelling in the ankles and toes is normal and very common. It is called oedema and means that you have extra fluid in your body. However, swelling in other parts of the body, particularly if it is sudden, is something you should bring to the attention of your midwife.

What is pre-eclampsia?

AdvertisementPre-eclampsia is a pregnancy-induced condition, which can occur in the second half of pregnancy. It is characterised by high blood pressure, swelling that happens suddenly along with rapid weight gain due to fluid retention, and protein in the urine.

Pre-eclampsia can range from mild to severe and can affect various systems of the body. Although there is no treatment that will stop it completely during pregnancy, pre-eclampsia can be managed.

Since it reduces the flow of blood to the placenta, pre-eclampsia can be quite dangerous for your unborn baby. It can restrict your baby's growth because not enough oxygen or nutrients get through. If you have any reason to suspect that you might have pre-eclampsia, contact your doctor or midwife immediately.

If pre-eclampsia develops into eclampsia, your blood pressure will become extremely high and both you and your baby will be at great risk. Eclampsia can cause seizure or convulsions, which can lead to coma and can be fatal. If it happens, eclampsia usually develops in late pregnancy or just after the baby is born.

Are some women more likely to develop pre-eclampsia?

Mild pre-eclampsia affects about seven in every 100 pregnant women. Eclampsia is much rarer; only 1 in 100 women with pre-eclampsia go on to develop it. Almost half the cases of eclampsia (44 per cent) occur after the baby has been born.

The exact cause of pre-eclampsia is not known but there are recognised risk factors. You're more likely to get pre-eclampsia in a first pregnancy or if there is a big gap, usually of at least ten years, between this and your last pregnancy.

You are also more at risk if you:
  1. are 40 or older
  2. were very obese at the start of your pregnancy, with a BMI of 35 or more
  3. have a chronic medical problem that affects your blood system, including high blood pressure, lupus, kidney problems, or diabetes
  4. are carrying twins or multiples
  5. have a family history of pre-eclampsia, such as your mother or sister had it • have had it before - one in five women get it again
How can I prevent it?

There is no certain method of preventing pre-eclampsia. However, the best way of ensuring that neither you nor your baby comes to any harm if you do develop it is to attend your antenatal appointments regularly. The main reason for the urine tests and blood pressure readings carried out by your midwife when you go to your antenatal appointments is to detect any early signs of pre-eclampsia.

There is some evidence to suggest that regular low-dose aspirin and calcium supplements before and in early pregnancy may help prevent pre-eclampsia in some women. Talk to your midwife or doctor if you are interested in these treatments.

If I get pre-eclampsia, how will it be treated?

If your blood pressure is moderately raised, you will be advised to have as much bed rest as possible, lying either on your left hand side because this improves the flow of blood to the placenta, or sitting well propped up. Your midwife will probably visit you on a daily basis to check your blood pressure.

If your blood pressure becomes very high, you might be admitted to hospital so that your condition can be monitored. Scans will be used to monitor your baby's growth and CTG (cardiotochograph) will be used to check your baby's heart rate and wellbeing. The aim is to prolong your pregnancy as long as possible, to give your baby the best chance.

You may also be given magnesium sulphate injections. A large research study published in 2002 found that if mothers with pre-eclampsia are given magnesium sulphate, it roughly halves their risk of developing eclampsia.

If your blood pressure cannot be controlled, your obstetrician may suggest that you have your labour induced or that you deliver your baby by caesarean section.

Pre-eclampsia will get better on its own once your baby is delivered. But you are still at risk of pre-eclampsia for up to four weeks after your baby is born, especially if your pre-eclampsia was severe or diagnosed when your pregnancy was 37 weeks or more.

What are the warning signs for pre-eclampsia?

Pre-eclampsia is a serious condition for you and your baby. Occasionally pre-eclampsia develops very quickly. Don't hesitate to call your doctor or midwife if you have any of the following symptoms in the second half of pregnancy or in the first few weeks after birth:
  1. sudden swelling of the face, hands or feet
  2. intense headaches accompanied by blurred vision or spots before the eyes
  3. severe pain in the top of your abdomen
  4. vomiting

Early detection and care can make a big difference in the course of pre-eclampsia.


Can pre-eclampsia lead to any other complications?


In rare cases it can lead to complications such as HELLP syndrome, which is a liver and blood clotting disorder. HELPP stands for haemolysis (H - breaking down of red blood cells), elevated liver enzymes (EL) and low platelet count (LP). It can develop before pre-eclampsia has been diagnosed. Symptoms of HELLP syndrome include headaches, nausea and pain in your upper abdomen.


source: http://www.babycentre.co.uk

Kontraksi Braxton Hicks

Apa Kontraksi Braxton Hicks itu?

Braxton Hicks biasanya tidak begitu terasa sakit dan mirip dengan kram menstruasi. Kontraksi ini terjadi sewaktu rahim Ibu mengencang lalu mengendor lagi dan terjadinya tidak beraturan. Menjelang akhir kehamilan Ibu, kontraksi ini terasa sedikit lebih sakit, terutama bila bayi Ibu sedang berubah posisi dengan kepala dibawah.

Ibu akan paham bahwa janin Ibu adalah sesuatu yang nyata karena kontraksinya menjadi semakin sering frekuensinya dan berlangsung lebih lama.

Sebaliknya, Braxton Hicks menghilang dan polanya tidak beraturan. Ingat, jika Ibu ragu, konsultasikan pada dokter Ibu .

Menghadapi Braxton Hicks

Jika Braxton Hicks yang Ibu alami terasa sakit sekali, bisa jadi Ibu sedang kelelahan. Cobalah mengubah posisi tubuh, seperti dari berdiri menjadi duduk, berbaring miring, atau berjalan-jalan sedikit. Banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi juga bisa membantu. Lakukan hal-hal yang membuat Ibu lebih rileks. Latihan pernafasan juga sangat baik untuk menghadapi datangnya kontraksi ini.

Rabu, 11 Maret 2009

Tips Memberi Nama Anak

Memberikan nama untuk anak itu susah-susah gampang. Salah-salah nama bisa jadi beban buat si Anak. Maka hati-hatilah dalam memberikan nama untuk anak tersayang. Karena nama akan disandang seumur hidupnya.

Nama itu mengandung doa.
Nama anak itu cermin harapan orang tua. Nama itu mengandung Doa.Tetapi doanya yang singkat-singkat saja. Kalau terlalu panjang nanti dikira lagi bernazar atau berkomitmen sama Tuhan. Kalau dipanggil bukannya nengok, malah bilang "Amiinn.."

Nama jangan nyusahin orang Kelurahan
Nama anak mudah dibaca dan mudah ditulis. Meskipun tampaknya bagus,jangan pakai huruf mati yang digandeng-gandeng atau didobel- dobel (mis. Lloyd,Nikky, Thasya dll). Biasanya sama petugas Kelurahan akan terjadi salah tulis dalam pembuatan Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, KTP dll.Nah... nggak enaknya lagi kalo kita minta revisi biasanya kena biaya lagi... dan prosesnya lama lagi.

Nama jangan cuma satu kata
Minimal ada First Name, Nick Name dan Family name gitu loh.... Ini penting terutama kalo pas lagi ngurus Paspor atau Visa. Nggak jadi berangkat ke Amrik hanya gara-gara namanya cuma Prakoso atau Pamuji atau Paryono khan esiaan...

Nama jangan terlalu panjang
Nama yang panjang bererot bisa bikin susah si pemilik nama. Disamping susah ngingetnya, juga ngerepotin waktu ngisi formulir pendaftaran masuk Perguruan Tinggi Negeri (dulu UMPTN). Itu lho..yang ngitemin buletan-buletan pakai pensil 2B. Capeek khaan... Nama panjang seperti Siti Hartati Riwayati Mulianingsih Adiningrum Mekar Berseri Sepanjang Hari.... adalah sangat-sangat not-recommended.

Nama anak bersifat internasional
Anak kita hidup dimasa depan, di era globalisasi dimana hubungan dengan dunia internasional amat sangat intens. Jadi jangan mempersulit anak dengan nama-nama yang sulit di-eja. Nama Saklitinov misalnya orang Jepang nyebutnya Sakuritino, orang Sunda bilang aktinop orang Amrik bilang Sechlaytinove... Syusah khaaannn Padahal maksudnya Sabtu Kliwon Tiga November...

Ketahuilah arti nama anak
Ketahuilah arti nama anak. Jangan memberikan nama hanya karena enak diucapkan atau bagus ditulisnya. Nama Jalmowono memang sepintas enak diucapkan dan bagus kalo ditulis tetapi ketahuilah bahwa Jalmowono itu artinya Orang Utan.

Jangan pakai nama artis.
Nama artis memang bagus-bagus, cuma masalahnya kalau artis itu kelakuannya baik... lha kalau jadi bahan gosip melulu khan jadi beban juga buat si anak. Lagian pakai nama artis itu tandanya anda gak kreatif dalam bikin nama.

Abjad huruf pertama nama anak.
Huruf pertama "A" pada nama anak ada enak gak enaknya. Gak enaknya kalau pas ada ujian/test/wawancara sering dipanggil duluan. Gak sempet nanya-nanya ama temannya. Tapi kadang-kadang juga pas giliran dapat pembagian apa gitu, dapetnya juga sering duluan. Sebaiknya ambil huruf pertama itu antara D sampai K. Cukupan lah... Huruf depan Z... wah.. biasanya adanya dibawah...

Jangan sok Kebarat-baratan
Jangan memberi nama anak dengan bergaya kebarat-baratan, biar dibilang keren. Kudu diinget, anda lahir dibumi Indonesia, orang Indonesia, kultur ya tetap orang Indonesia. Kalau nama keindo-indoan, tapi mukanya ya melayu-melayu juga, malu sendiri kan, anaknya ya ortunya.. Lagian kalo kejepit toh bilangnya "adawww...." bukan "Oh my God.."

Mood Swing Calon Ibu

Wuih.. Senangnya akhirnya kehamilan yang ditunggu-tunggu datang juga. Namun bukannya kebahagiaan yang muncul, melainkan kecemasan dan perasaan-perasaan lain yang tak menentu. Mengapa begini?

Selama kehamilan, sangat normal apabila calon ibu mengalami mood swing, emosi dan suasana hati yang naik turun. Ada yang mengalami hal itu masih dalam batas-batas yang ringan dan mudah diatasi, tapi ada juga yang sudah hampir mencapai tahap depresi. Penyebab internalnya adalah perubahan tubuh dan hormonal ibu.

Mood swing atau yang biasa disebut sindrom pre-baby blues ini memang biasa terjadi, namun harus juga segera diatasi dan jangan dibiarkan berlarut-larut. Jika tidak, mood swing ini bisa berujung pada depresi dan bila tidak ditangani secara tuntas, bisa menjadi akar dari baby blues atau post partum depression.

Apa tandanya? Ayo, Bunda, kenali tanda-tanda awalnya, agar tidak berkelanjutan. Pernahkah Anda mengalami ini?
  1. Merasa tidak percaya diri jadi ibu.
  2. Khawatir keselamatan janin sampai tidak bisa tidur.
  3. Fluktuasi rasa sedih, kesal, gembira, yang ekstrem.
  4. Rasa sedih atau kelabu yang dalam tanpa sebab.
  5. Ingin menyendiri sementara sampai merasa nyaman bertemu orang lain.

Jika pernah, tenang, Bunda. Itu masih gejala mood swing yang normal dan biasa terjadi, namun harus diatasi sejak dini. Coba sekali lagi cek yang satu ini:
  1. Calon ibu tidak bisa berkonsentrasi, mengingat, atau mengambil keputusan.
  2. Mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.
  3. Mengganggu hubungan calon ibu dengan orang-orang di sekitarnya.
  4. Calon ibu tidak bisa mengurus diri sendiri, keluarga dan anak (apabila ini adalah kehamilan kedua).
  5. Kondisi calon ibu mengancam keselamatan janin (misalnya, menolak makan, atau minum, sampai keinginan untuk bunuh diri).

Anda harus lebih waspada jika mood swing sudah sampai mengganggu aktivitas sehari-hari Anda seperti yang terjadi pada cheklist di atas.

Atasi segera! Fluktuasi emosi yang sering terjadi selama kehamilan harus diatasi segera. Bagaimana caranya?
  1. Butuh dukungan. Selama calon ibu mendapat cukup dukungan dari orang-orang sekitar, merasa bahagia, memiliki pandangan positif terhadap kehamilan, maka calon ibu akan bisa survive.Asupan gizi dan istirahat cukup.
  2. Psikolog atau psikiater. Jika mood swing sudah sangat mengganggu kegiatan sehari-hari calon ibu, jangan ragu untuk konsultasi ke psikolog atau psikiater.
  3. Informasi utuh. Tentunya calon ibu ingin memberikan stimulasi yang terbaik untuk bayinya dan berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya. Namun seringkali informasi itu tidak tepat dan malah membuat calon ibu menjadi tertekan. Untuk itu, ada baiknya jika calon ibu bertanya pada ahlinya untuk mendapatkan informasi yang utuh.
  4. Atasi bosan. Anda bisa mengubah suasana rumah, penampilan, makanan, aktivitas pengisi waktu, atau melakukan hobi Anda, untuk mengatasi rasa bosan.Hadiah untuk diri sendiri. Coba sesekali lakukan perawatan tubuh spesial ibu hamil, atau membeli buku bacaan favorit, atau CD lagu.Suasana baru. Keluarlah dari rumah, cari udara segar, dan buat janji untuk bertemu dengan teman-teman yang bisa mengubah suasana atau menghibur.
  5. Aromaterapi. Cobalah untuk rileks sambil menghirup aromaterapi yang bisa 'mendongkrak' mood Anda. Konsultasikan pada ahli aromaterapi untuk mendapatkan manfaat yang maksimal.
  6. Aktif secara fisik. Cobalah untuk melakukan senam atau yoga pra-natal, berjalan kaki, atau berenang.

Dan yang terpenting, belajar menerima, mengenali, dan beradaptasi dengan perubahan adalah kunci sukses menjadi ibu dan ayah baru. Jadi, apapun pengalaman Anda selama bertransformasi menjadi orang tua, itu adalah 'guru' terbaik bagi Anda dan si kecil.

Sudah siap jadi orang tua ?

Setelah menikah, ingin rasanya segera punya anak. Namun, benarkah Anda dan pasangan sudah siap dengan hadirnya si kecil di antara kalian?

Memiliki anak memang merupakan tujuan dari perkawinan pada umumnya. Namun banyak hal yang akan berubah dengan hadirnya anak dalam rumah tangga. Untuk itu Anda dan pasangan perlu benar-benar mempersiapkan diri menyambut kehadiran si kecil, bahkan ketika ia belum hadir di rahim Anda.

Bulatkan tekad! Menjadi orang tua bukan hanya masalah tradisi semata, melainkan sebuah profesi. Ketika si kecil hadir, maka ada peran baru untuk Anda dan pasangan yang memiliki tanggung jawab yang besar. Anak merupakan komitmen seumur hidup yang wajib Anda asuh, sayang, dan lindungi.

Meskipun tanggung jawab yang harus Anda dan pasangan pikul jika memiliki anak, Anda tak perlu berkecil hati. Ada banyak juga sisi yang menyenangkan dan memuaskan dengan hadirnya anak.

Dan untuk itu, Anda dan pasangan harus saling mendukung, sehingga akan terbentuk pandangan positif mengenai kehamilan. Dan ibu yang memiliki sikap positif terhadap kehamilannya akan memandang peran orang tua sebagai kesempatan untuk mengembangkan diri.

Siap menghadapi perubahan bentuk tubuh. Semua ibu hamil pasti akan mengalami perubahan bentuk tubuh yang 'luar biasa'. Perubahan ini cenderung memengaruhi citra seseorang terhadap dirinya. Dan pada saat hamil, calon ibu akan menjadi sangat peka, dan cenderung tidak percaya diri terhadap penampilan barunya.

Perubahan ini sangat berpengaruh terhadap suasana hati ibu hamil. Ada baiknya jika sejak awal, calon ibu dan calon ayah, mulai mencoba untuk memahami kemungkinan terjadinya perubahan-perubahan ini. Dukungan dari suami sangat diperlukan terkait dengan perubahan bentuk tubuh calon ibu. Namun, yakinlah bahwa berbagai perubahan itu hanya bersifat sementara.

Bagaimana? Sudah siapkah menghadapi itu semua? Kalau sudah, selamat datang di dunia Ayah dan Bunda!

Penyakit-penyakit Yg Bisa Mempersulit Kehamilan

GAGAL JANTUNG

Gagal Jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa sejumlah darah guna mencukupi kebutuhan tubuh.

Sejalan dengan bertambahnya usia kehamilan, seorang wanita penderita gagal jantung akan semakin merasa cepat lelah meskipun dia cukup istirahat, menghindari stres, mengkonsumsi makanan yang bergizi, mengkonsumsi zat besi untuk mencegah anemia dan membatasi kenaikan berat badannya.
Saat-saat yang memerlukan perhatian khusus dimana tuntutan terhadap jantung sangat besar adalah pada kehamilan 28-34 minggu, selama persalinan dan segera setelah persalinan.
Penyakit jantung yang diderita ibu bisa mempengaruhi janin. Janin bisa meninggal ketika ibu mengalami serangan gagal jantung atau lahir prematur.

Persalinan dan bertambahnya jumlah darah dari rahim yang kembali ke jantung menyebabkan meningkatnya kerja jantung. Pada setiap kontraksi rahim, jantung memompa darah 20% lebih banyak.

Pada penderita gagal jantung yang berat, bisa diberikan obat bius epidural untuk mematikan rasa pada korda spinalis bagian bawah dan agar penderita tidak perlu mengedan selama proses persalinan berlangsung. Mengedan menyebabkan terganggunya penyerapan oksigen melalui paru-paru ibu sehingga jumlah oksigen yang sampai ke janin berkurang.
Bayi dilahirkan dengan bantuan forseps atau melalui operasi sesar.

PENYAKIT JANTUNG REMATIK

Penyakit Jantung Rematik adalah suatu komplikasi yang biasa ditemukan pada demam rematik, dimana satu atau beberapa katup jantung mengalami penyempitan, terutama katup mitral (stenosis katup mitral).

Kelainan yang timbul akibat penyempitan katup jantung akan semakin memburuk selama hamil.
Suatu katup yang menyempit menyebabkan meningkatnya denyut jantung, bertambahnya volume darah dan meningkatnya beban kerja jantung. Akibatnya cairan bisa mengalir balik ke paru-paru dan menyebabkan edema paru.

Seorang wanita yang menderita penyakit jantung rematik, sebelum hamil sebaiknya menjalani pembedahan untuk memperbaiki katup mitral.
Jika perlu, pembedahan bisa dilakukan ketika hamil, tetapi hal ini akan meingkatkan resiko kehilangan janin atau persalinan prematur.

Selama hamil, sebaiknya penderita membatasi aktivitas fisiknya sertaidak boleh terlalu lelah dan cemas.
Katup yang mengalami kerusakan lebih rentan terhadap infeksi, karena itu sebagai tindakan pencegahan diberikan antibiotik pada saat persalinan, 8 jam setelah persalinan dan setelah setiap tindakan yang menyebabkan meningkatnya resiko infeksi (misalnya pencabutan gigi atau ketuban pecah sebelum waktunya).

KELAINAN JANTUNG BAWAAN

Jika sebelum hamil kelainan jantung bawaan ini tidak menimbulkan gejala, maka resiko terjadinya komplikasi selama hamil tidak meningkat.
Jika kelainan ini mengenai sisi kanan jantung dan paru-paru (misalnya sindroma Eisenmenger dan hipertensi pulmoner primer), maka besar kemungkinannya penderita mengalami kolaps dan meninggal selama persalinan atau segera sesudahnya. Penyebab terjadinya kematian tidak diketahiu, tetapi resikonya cukup besar sehingga penderita tidak dianjurkan untuk hamil.

Untuk mencegah terjadinya infeksi akibat kelainan katup jantung diberikan antibiotik.

PROLAPS KATUP MITRAL

Pada prolaps katup mitral, daun katup menonjol ke dalam atrium kiri selama kontraksi ventrikel, kadang menyebabkan kebocoran (regurgitasi) sejumlah kecil darah ke dalam atrium.

Prolaps katup mitral lebih sering ditemukan pada wanita muda dan cenderung diturunkan.
Gejalanya adalah murmur, palpitasi (jantung berdebar) dan kadang ketidakteraturan irama jantung.

Selama hamil, kebanyakan wanita penderita penyakit ini tidak mengalami komplikasi. Tetapi selama proses persalinan biasanya diberikan antibiotik intravena (melalui pembuluh darah) untuk mencegah infeksi pada katup jantung.

TEKANAN DARAH TINGGI

Jika seorang wanita yang memiliki tekanan darah agak tinggi (140/90 - 150/100 mm Hg) hamil, biasanya dokter menghentikan pemakaian obat-obatan untuk menurunkan tekanan darahnya. Kerugian yang ditimbulkan oleh obat terhadap janin lebih tinggi dibandingkan keuntungan yang diperoleh ibu.
Untuk membantu mengontrol tekanan darahnya, penderita dianjurkan untuk membatasi asupan garam dan mengurangi aktivitas fisik.

Wanita hamil yang menderita hipertensi sedang (tekanan darah tinggi sedang, yaitu 150/90 - 180/110 mm Hg), seringkali harus terus mengkonsumsi obat anti-hipertensi.
Obat anti-hpertensi yang biasanya diberikan kepada wanita hamil adalah metildopa dan hidralazin. Diuretik (obat yang bisa membuang kelebihan cairan dalam tubuh) tidak digunakan karena bisa menghambat pertumbuhan janin.
Setiap bulan dilakukan pemeriksaan fungsi ginjal dan pemantauan pertumbuhan janin dengan USG. Persalinan biasanya dimulai (diinduksi) pada kehamilan 38 minggu.

Wanita hamil yang menderita hipertensi berat (diatas 180/110 mm Hg) memerlukan perawatan khusus.
Kehamilan bisa semakin memperburuk hipertensi dan mungkin akan menyebabkan pembengkakan otak (stroke).

Pada wanita penderita hipertensi berat lebih sering terjadi abrupsio plasenta (pelepasan plasenta sebelum waktunya), yang menyebabkan terputusnya pasokan oksigen dan zat gizi ke janin sehingga janin bisa meninggal.
Bahkan meskipun tidak terjadi abrupsio plasenta, hipertensi bisa menyebabkan berkurangnya pasokan darah ke janin sehingga pertumbuhan janin menjadi lambat.

Jika kehamilan ingin dilanjutkan, biasanya harus diberikan obat anti-hipertensi yang lebih kuat. Untuk melindungi janin dan ibu, biasanya penderita harus dirawat di rumah sakit. Jika kondisinya semakin memburuk, disarankan untuk mengakhiri kehamilan guna menyelamatkan ibu.

ANEMIA

Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pengangkut oksigen) di bawah normal.

Sebagian besar wanita hamil mengalami anemia yang tidak membahayakan. Tetapi anemia akibat kelainan bawaan pada hemoglobin bisa mempersulit kehamilan.
Kelainan tersebut meningkatkan resiko penyakit dan kematian pada bayi baru lahir dan meningkatkan penyakit pada ibu.

Wanita penderita penyakit sel sabit memiliki resiko mengalami infeksi selama hamil. Yang paling sering ditemukan adalah pneumonia, infeksi saluran kemih dan infeksi rahim.
Sekitar sepertiga wanita hamil yang menderita penyakit sel sabit, selama hamil mengalami hipertensi. Selain itu, sering terjadi krisis sel sabit.
Juga bisa terjadi gagal jantung dan emboli paru.

Semakin berat keadaan penyakit ini sebelum hamil, maka semakin tinggi resiko terjadinya komplikasi dan kematian selama hamil.
Untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi, diberikan transfusi darah guna mempertahankan kadar hemoglobin.

PENYAKIT GINJAL

Seorang wanita yang sebelum hamil menderita penyakit ginjal berat tidak mungkin bisa mengandung bayinya sampai cukup matang untuk dilahirkan.
Tetapi beberapa wanita yang secara rutin menjalani dialisa akibat gagal ginjal dan banyak wanita yang telah menjalani pencangkokan ginjal bisa melahirkan bayi yang sehat.

Wanita hamil yang menderita penyakit ginjal biasanya memerlukan perawatan dari ahli ginjal dan ahli kandungan. Secara rutin dilakukan pemeriksaan fungsi ginjal, tekanan darah dan berat badan.
Asupan garam dibatasi. Pemberian diuretik membantu mengendalikan tekanan darah dan edema.
Penderita seringkali harus dirawat di rumah sakit setelah kehamilan mencapai 28 minggu. Persalinan dini harus dilakukan untuk menyelamatkan bayi dan biasanya dilakukan melalui operasi sesar.

PENYAKIT INFEKSI

Infeksi saluran kemih sering terjadi selama hamil, kemungkinan karena uterus yang membesar memperlambat aliran air kemih (menekan ureter).
Jika aliran air kemih lambat, bakteri tidak bisa dibuang dari saluran kemih sehingga menyebabkan meningkatnya kemungkinan terjadinya infeksi.
Infeksi yang terjadi meningkatkan resiko terjadinya persalinan dini dan pecahnya ketuban sebelum waktunya.
Kadang infeksi pada kandung kemih atau ureter menyebar ke saluran kemih dan sampai ke ginjal, menyebabkan infeksi ginjal. Untuk mengatasinya diberikan antibiotik.

Beberapa infeksi yang berbahaya bagi janin:
# Campak Jerman (rubella) : infeksi virus yang merupakan penyebab utama dari cacat bawaan, terutama pada jantung dan telinga bagian dalam.
# Infeksi sitomegalovirus: bisa melewati plasenta dan merusak hati janin.
# Toksoplasmosis : bisa menginfeksi dan merusak otak janin. Wanita hamil sebaiknya menghindari kucing dan kotoran kucing karena bisa menularkan toksoplasmosis.
# Hepatitis infeksiosa.

nfeksi klamidia bisa menyebabkan ketuban pecah sebelum waktunya dan persalinan dini.
Pada persalinan melalui vagina, herpes genitalis bisa ditularkan pada bayi. Jika seorang wanita hamil memiliki luka herpes, biasanya dianjurkan untuk menjalani operasi sesar untuk mencegah penularan penyakit pada bayinya.

Infeksi HIV (human immunodeficiency virus, virus penyebab AIDS) merupakan masalah utama dalam kehamilan. Sekitar 25% wanita hamil y ang menderita infeksi ini menularkannya kepada janinnya.
Sedini mungkin diberikan AZT (zidovudin) yang bisa menurunkan angka penularan kepada janin.
Jika terinfeksi, maka bayi segera menjadi sakit berat dan biasanya meninggal akibat komplikasi AIDS sebelum usianya mencapai 2 tahun.

DIABETES

Diabetes adalah suatu penyakit dimana kadar gula darah (glukosa) sangat tinggi.

Berbagai perubahan yang terjadi selama kehamilan menyebabkan semakin sulit untuk mengendalikan gula darah pada wanita penderita diabetes.
Perubahan kadar dan jenis hormon yang dihasilkan selama kehamilan bisa menyebabkan resistensi terhadap insulin sehingga kebutuhan tubuh akan insulin meningkat.

Diabetes yang bermula atau pertama kali muncul selama kehamilan (diabetes gestasional) terjadi pada 1-3% kehamilan.
Wanita hamil secara rutin menjalani penyaringan untuk diabetes gestasional. Setelah persalinan biasanya diabetes ini akan menghilang.

Diabetes yang tidak terkontrol bisa membahayakan janin dan ibunya.
Selama hamil, diberikan suntikan insulin karena obat anti-diabetes yang diminum bisa membahayakan janin.

Diabetes menyebabkan meningkatnya resiko infeksi, persalinan dini dan tekanan darah tinggi akibat kehamilan.
Jika hipertensi terkendali, maka kehamilan tidak akan memperburuk penyakit ginjal akibat diabetes dan jarang terjadi komplikasi ginjal.

Bayi yang dilahirkan oleh penderita diabetes biasanya sangat besar meskipun selama hamil kadar gula darah ibunya normal atau mendekati normal.
Kelainan bawaan kemungkinan besar terjadi jika diabetes selama kehamilan 6-7 minggu tidak terkontrol dengan baik.

Pada kehamilan 16-18 minggu dilakukan pengukuran kadar alfa fetoprotein (protein yang dihasilkan oleh janin) dalam contoh darah ibu.
Kadar alfa fetoprotein yang tinggi menunjukkan adanya spina bifida (perkembangan tulang belakang dan korda spinalis yang tidak sempurna), sedangkan kadar yang rendah menunjukkan sindroma Down.
Untuk mengetahui cacat bawaan lainnya, dilakukan pemeriksaan USG pada kehamilan 20-22 minggu.

Sebagian besar penderita diabetes bisa melahirkan bayinya secara normal.
Tetapi jika keadaan kesehatannya tidak memungkinkan atau diabetesnya selama hamil tidak terkontrol, tidak disarankan untuk melahirkan secara normal. Pada kasus seperti ini dilakukan amniosentesis untuk menilai kematangan paru-paru janin, sehingga bayi bisa dilahirkan secara dini melalui operasi sesar.
Operasi sesar juga dilakukan jika bayinya terlalu besar sehingga tidak dapat melewati jalan lahir atau mempersulit persalinan.

Kehamilan yang terlalu lama bisa membahayakan janin dari penderita diabetes. Biasanya persalinan terjadi pada atau sebelum 40 minggu.
Jika sampai 40 minggu belum juga lahir, dilakukan induksi dengan cara memecahkan ketuban dan memberikan oksitosin intravena atau dilakukan operasi sesar.
Jika kehamilan terus dibiarkan sampai lebih dari 42 minggu, bayi bisa meninggal dalam kandungan.

Segera setelah persalinan, banyak penderita yang tidak memerlukan insulin. Wanita yang sebelum hamil menderita diabetes, setelah persalinan kebutuhannya akan insulin menurun drastis, lalu secara bertahap meningkat lagi setelah sekitar 72 jam.

Bayi yang lahir dari penderita diabetes memiliki resiko menderita gangguan pernafasan, kadar gula darah dan kalsium yang rendah, sakit kuning dan jumlah sel darah merah yang meningkat. Kelainan ini bersifat sementara dan bisa diobati.

PENYAKIT TIROID

Kadar hormon tiroid yang tinggi selama hamil paling sering disebabkanoleh penyakit Grave atau tiroiditis.
Penyakit Grave terjadi akibat adanya antibodi yang merangsang kelenjar tiroid untuk menghasilkan sejumlah besar hormon tiroid. Antibodi ini bisa melewati plasenta dan menyebabkan meningkatnya aktivitas tiroid pada janin, sehingga denyut jantung janin menjadi cepat (lebih dari 160 kali/menit) dan pertumbuhannya terhambat.
Kadang penyakit Grave menghasilkan antibodi yang dapat menghambat pembentukan hormon tiroid. Antibodi ini bisa melewati plasenta dan menghalangi pembentukan hormon tiroid oleh kelenjar tiroid janin sehingga jumlah hormon tiroid tidak memadai (hipotiroidisme). Hipotiroidisme bisa menyebakban suatu bentuk keterbelakangan mental yang disebut kretinisme.

Untuk mengobati penyakit Grave biasanya diberikan propiltiourasil dosis rendah. Pemberian obat ini disertai dengan pemantauan ketat, karena propiltiourasil bisa melewati plasenta dan menghalangi pembentukan hormon tiroid oleh kelenjar tiroid janin.
Penyakit Grave seringkali membaik pada trimester ketiga sehingga dosisnya bisa dikurangi atau pemakaiannya dihentikan.

Kadang dilakukan tiroidektomi (pengangkatan kelenjar tiroid) pada trimester kedua. 24 jam setelah pembedahan, penderita harus mulai mengkonsumsi hormon tiroid dan terus mengkonsumsi hormon tiroid seumur hidupnya. Hormon ini hanya menggantikan hormon yang seharusnya dihasilkan oleh kelenjar tiroid dan tidak menimbulkan gangguan pada janin.

Tiroiditis adalah peradangan pada kelenjar tiroid yang menyebabkan pembengkakan di leher.
Selama hamil, peningkatan kadar hormon tiroid menyebabkan timbulnya gejala yang bersifat sementara dan biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus.

2 penyebab utama dari rendahnya kadar hormon tiroid adalah tiroiditis Hashimoto (yang disebabkan oleh antibodi yang menghambat pembentukan hormon tiroid) dan pengobatan terhadap penyakit Grave.
Untuk mengatasinya diberikan tablet hormon tiroid.

PENYAKIT HATI

Wanita penderita hepatitis aktif kronis dan terutama yang telah membentuk sirosis seringkali sulit hamil. Jika bisa hamil, kemungkinan akan keguguran atau persalinan prematur.

Kehamilan bisa memperburuk penyumbatan aliran empedu pada sirosis bilier primer, kadang menyebakan sakit kuning atau air kemih yang berwarna gelap, tetapi hal ini akan menghilang setelah persalinan.
Pada penderita sirosis, kehamilan menyebabkan meningkatnya resiko perdarahan hebat pada varises di sekitar kerongkongan, terutama pada trimester ketiga.

ASMA

Kehamilan bisa mempengaruhi penderita asma, sebaliknya asma juga bisa mempengaruhi kehamilan, yaitu bisa menghambat pertumbuhan janin atau memicu terjadinya persalinan prematur.

Serangan asma yang ringan diatasi dengan pemberian bronkodilator hirup (misalnya isoproterenol), yang akan memperlebar penyempitan saluran udara pada paru-paru. Tetapi obat ini tidak boleh terlalu sering digunakan.
Serangan asma yang lebih berat biasanya diatasi dengan infus aminofilin.
Serangan asma yang sangat berat (status asmatikus) diatasi dengan pemberian infus kortikosteroid.
Jika terdapat infeksi, diberikan antibiotik.

Setelah suatu serangan, bisa diberikan tablet yang mengandung teofilin untuk mencegah serangan lanjutan.
Bronkodilator dan kortikosteroid banyak digunakan oleh ibu hamil dan tidak menimbulkan masalah yang berat.

LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK

Lupus adalah suatu penyakit autoimun yang bisa muncul pertama kali pada saat hamil, atau semakin memburuk pada saat hamil atau semakin membaik pada saat hamil.
Pengaruh kehamilan terhadap lupus tidak dapat diramalkan, tetapi kekambuhan paling mungkin terjadi segera setelah persalinan.

Penderita lupus seringkali memiliki riwayat keguguran berulang, kematian lahir pada pertengahan kehamilan, pertumbuhan janin yang terhambat (IUGR, intrauterine growth retardation) dan persalinan prematur.

Antibodi yang menyebabkan terjadinya lupus bisa melewati plasenta dan menyebabkan denyut jantung yang sangat lambat, anemia, penurunan jumlah trombosit atau sel darah merah pada janin.
Antibodi ini secara perlahan akan menghilang dalam beberapa minggu setelah bayi lahir.

ARTRITIS REMATOID

Artritis Rematoid adalah suatu penyakit autoimun yang seringkali membaik selama kehamilan. Hal ini terjadi mungkin karena selama hamil, kadar hidrokortison di dalam darah meningkat.
Penyakit ini tidak mempengaruhi janin, tetapi mungkin akan timbul kesulitan dalam persalinan jika artritis menyerang persendian pinggul atau tulang belakang bagian bawah.

MIASTENIA GRAVIS

Miastenia Gravis adalah suatu penyakit autoimun yang menyebabkan kelemahan otot.
Pada saat persalinan, penderita mungkin memerlukan ventilator untuk membantu pernafasannya.

Antibodi penyebab miastenia gravis bisa melewati plasenta, sehingga 20% bayi yang dilahirkan oleh ibu penderita penyakit ini juga menderita miastenia gravis. Tetapi karena antibodi ibu secara perlahan akan menghilang dan bayi tidak membentuk antibodi sejenis ini, maka kelemahan otot pada bayi biasanya bersifat sementara.

PURPURA TROMBOSITOPENIK IDIOPATIK

Purpura Trombositopenik Idiopatik merupakan suatu penyakit autoimun, dimana jumlah trombosit dalam darah sangat menurun, kemungkinan karena adanya antibodi yang menghancurkan mereka. Akibatnya penderita mudah mengalami perdarahan.
Jika selama hamil tidak diobati, penyakit ini cenderung akan memburuk.

Antibodi bisa melewati plasenta dan menyebabkan berkurangnya trombosit pada janin sebelum atau segera setelah dilahirkan. Bayi bisa mengalami perdarahan selama persalinan, yang mungkin akan menyebabkan cedera atau kematian, terutama jika perdarahan terjadi di dalam otak.

Dengan melakukan analisa terhadap sejumlah contoh darah dari korda umbilikalis, bisa diketahui adanya antibodi dan kadar trombosit yang rendah pada janin.
Jika pada janin ditemukan antibodi, maka dilakukan operasi sesar untuk mencegah terjadinya trauma kelahiran yang bisa menyebabkan perdarahan pada otak bayi.
Antibodi akan menghilang dalam waktu 21 hari dan darah bayi akan kembali membeku secara normal.

Kortikosteroid bisa memperbaiki pembekuan darah pada wanita hamil tetapi efeknya tidak berlangsung lama.
Untuk memperbaiki pembekuan darah bisa diberikan infus gamma globulin dosis tinggi, sehingga persalinan bisa dimulai dan persalinan bisa dilakukan secara normal tanpa perdarahan yang berat.

Transfusi trombosit dilakukan hanya jika dilakukan operasi sesar uantuk melindungi bayi dan jika jumlah trombosit ibu sangat sedikit sehingga bisa menyebabkan perdarahan hebat.
Jika setelah dilakukan pengobatan kadar trombosit tetap rendah, kadang dilakukan splenektomi (pengangkatan limpa). Saat yang paling tepat untuk melakukan splenektomi adalah pada pertengahan kehamilan.

PEMBEDAHAN PADA SAAT HAMIL

Apendisitis (peradangan usus buntu) bisa menyebabkan nyeri kram yang menyerupai kontraksi rahim.
Jika apendisitis menimbulkan masalah, maka segera dilakukan apendektomi (pengangkatan usus buntu) karena apendisitis yang pecah bisa berakibat fatal.
Apendektomi tidak membahayakan janin dan tidak menyebabkan keguguran.

Kista ovarium bisa terjadi selama hamil dan bisa menyebabkan nyeri kram.
Jika kista ini jinak, pembedahan biasanya ditunda sampai usia kehamilan mencapai 12 minggu.
Jika kista terus membesar atau nyeri bila ditekan, maka pembedahan bisa dilakukan sebelum usia kehamilan mencapai 12 minggu karena kemungkinan penyebabnya adalah kanker atau abses.

Kelainan kandung empedu kadang terjadi selama hamil. Jika keadaannya tidak membaik, maka dilakukan pembedahan.

Penyumbatan usus bisa terjadi selama kehamilan.
Jika terbentuk gangren (kematian jaringan usus) dan peritonitis (peradangan selaput rongga perut), maka nyawa ibu terancam dan bisa terjadi keguguran.

Biasanya dilakukan pembedahan eksplorasi jika timbul gejala penyumbatan usus, terutama jika penderita pernah menjalani pembedahan perut atau infeksi perut.

sumber : m e d i c a s t o r e . c o m

Mendeteksi alergi dan intoleransi pada bayi

Apakah perbedaan antara alergi dan intoleransi?

Jika Ibu curiga melihat bayi Ibu rewel setelah minum ASI atau makanan tertentu, maka ada satu cara yang bisa membantu Ibu mengetahui apakah bayi Ibu mengalami alergi atau intoleransi. Yakni dengan melihat seberapa cepat reaksinya terjadi.

Alergi

Gejala alergi biasanya muncul dalam hitungan menit atau detik. Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh sedikit kacau karena bereaksi dengan alergen (zat pemicu alergi) dalam makanan dan membangun antibodi untuk menyerang alergen tersebut.

Tubuh melepaskan zat kimia pertahanan, yang menyebabkan reaksi alergi, seperti bersin, bengkak atau ruam, muntah, dan diare. Minta dokter mendiagnosis alergi jika Ibu menduga adanya alergi pada bayi Ibu.

Intoleransi

Intoleransi gejalanya mungkin mirip alergi, namun bisa tidak terkait dengan sistem kekebalan tubuh. Keluhan utamanya adalah perut terasa mulas.

Apa dapat dilakukan?

Buat catatan harian mengenai makanan yang diberikan untuk bayi. Hal ini dapat membantu Ibu mendeteksi makanan yang memicu alergi. Usahakan hanya memberikan makanan baru setiap empat hari sekali selama pengenalan makanan tambahan pendamping ASI. Hal ini juga akan membantu Ibu mendeteksi adanya reaksi alergi baru.

Intoleransi barangkali lebih sulit untuk didiagnosis. Baik dalam kasus alergi maupun intoleransi, Ibu sebaiknya menghubungi dokter Ibu, yang akan membantu mendiagnosis masalah dan menyarankan cara penanganan yang tepat.

sumber: www.clubnutricia.co.id